Jumat, 09 Agustus 2013

SEKELUMIT TENTANG STRATEGI PEMBELAJARAN PAK



 Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen adalah langkah-langkah strategis dalam merancang program pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dengan demikian sebelum merancang strategi pembelajaran guru perlu mempertimbangkan keberadaan Peserta didik yang beraneka ragam latar belakang kehidupannya, Peserta didik yang beraneka ragam kehidupan psikis, moral, kognitif, kepribadiannya namun dengan tujuan yang sama bagi semua Peserta didik yaitu agar mereka mengalami pertumbuhan pengetahuan, sikap, keterampilan, mental rohani, moralitas serta memiliki nilai-nilai kristiani melalui Pendidikan Agama Kristen di sekolah.
            Perlu juga dipahami bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah mata pelajaran yang bermuatan ranah afektif dan psikomotorik lebih besar daripada kognitif sehingga melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen diharapkan Peserta didik mengalami perjumpaan dengan Allah di dalam Tuhan Yesus, Sang Sumber Nilai-nilai yang membawa perubahan pada diri Peserta didik khususnya perkembangan iman serta mental moralnya di samping perkembangan pengetahuan dan psikomotoriknya. Keutuhan perkembangan ranah afektif, kognitif, psikomotorik yang didasarkan pada nilai-nilai kristiani menjadi hal yang sentral dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen. Keutuhan dari ketiga unsur pelaksana pendidikan yakni keluarga, gereja, masyarakat dan sekolah juga menjadi pendidikan strategis yang diakomodir dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen.

1. Pendekatan Dialogis Partisipatif
Pendekatan Dialogis Partisipatif artinya sebagaimana kurikulum dirancang dengan pendekatan tersebut maka strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pun mengacu pada kurikulum. Pertumbuhan iman, mental, moral dan spiritual yang didasarkan nilai-nilai kristiani Peserta didik menjadi tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Oleh karenanya pembelajaran dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan metode, media, bahan belajar yang cocok dengan kompetensi yang diharapkan sehingga proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen membawa Peserta didik untuk berkontemplasi, sharing pengalaman, berefleksi dengan membangun komunitas untuk saling mengasihi, tolong menolong, membangun kepekaan dalam relasi dengan sesama. Dengan Peserta didik berpartisipasi aktif, bereksplorasi, bereksperimen dalam pembelajaran aktif maka Peserta didik akan mengalami dan menemukan sendiri nilai-nilai luhur dari pelajara Pendidikan Agama Kristen dan Peserta didik merasa memiliki nilai-nilai itu dalam dirinya, dalam hal ini guru agama bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar proses pembelajaran itu dapat berlangsung dengan baik. Dengan pendekatan ini, peran guru yang dominan sebagai satu-satunya sumber informasi telah bergeser menjadi fasilitator, motivator, dinamisator, inspirator.
Pendidikan Agama Kristen adalah salah satu sejumlah mata pelajaran yang bertujuan mengembangkan kepribadian Peserta didik, sehingga menunjang mata pelajaran lainnya. Pendidikan Agama Kristen di sekolah merupakan bagian yang utuh dari pendidikan di gereja, keluarga, masyarakat sehingga melalui belajar aktif Peserta didik dapat mengimplementasikan pengetahuan imannya dalam sikap, tindakannya yang kongkrit yang merupakan kesaksian imannya di tengah-tengah dunia dan kemuliaan bagi Tuhan.
Pendidikan Agama Kristen tidak cukup hanya sebagai pengetahuan tetapi harus menjadi bagian hidup yakni melalui sikap, tindakan, perilaku yang didasari atas imannya dalam menjalin relasi dan komunikasi dengan sesama dan alam lingkungannya.  
 
2. Strategi Penyusunan Program Pembelajaran PAK
            Untuk menyusun strategi program pembelajaran/desain pembelajaran Pendidikan Agama Kristen perlu berkoordinasi dengan wali kelas, wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk menentukan langkah-langkah persiapan sebagai berikut:
·         Program pembelajaran disusun bersama antara guru-guru agama Kristen di wilayahnya atau kelompok-kelompok guru agama Kristen untuk mengaplikasikan kompetensi dan materi pokok dalam kurikulum sesuai kebutuhan Peserta didik di sekolahnya/di lingkungannya/di daerahnya.
·     Metode-metode dapat disepakati agar masing-masing guru memilih sesuai situasi kondisi sekolah dan Peserta didiknya demikian pula evaluasinya tetapi tetap agar mengacu pada pendekatan dialogis partisipatif yang berpusat pada kehidupan Peserta didik.
·      Pembelajaran dirancang agar terjadi komunikasi, refleksi, sharing pengalaman iman antar Peserta didik dan Peserta didik dengan guru.
·    PAK dapat mencapai sasarannya jika terjalin komunikasi dari pelaku-pelaku PAK yakni keluarga, sekolah, gereja sehingga saling melengkapi sesuai dengan fungsinya.

3. Penyajian Program Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
            Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan pendekatan dialogis partisipatoris yang berpusat pada kehidupan Peserta didik (live centre), proses pelaksanaannya dilakukan melalui 3 (tiga) paket kegiatan, yaitu:
a.       Kegiatan Belajar Mengajar Di Kelas
Strategi kegiatan belajar mengajar di kelas yang dilakukan oleh guru agama Kristen ditempuh dengan cara menjabarkan kompetensi melalui langkah-langkah pembelajaran aktif dengan mendasarinya pada kesaksian Alkitab, langkah-langkah pembelajaran dilakukan sebagai berikut:
  1. Pembukaan pembelajaran dengan doa, nyanyian dan membaca Alkitab sesuai dengan kompetensi yang sduah ditetapkan, kegiatan ini kira-kira berlangsung 10-20 menit.
  2. Pembahasan materi pokok sesuai dengan modul bingkai materi Pendidikan Agama Kristen kira-kira 40-60 menit, dengan pembagian sebagai berikut: pengantar tentang materi pokok yang akan dipelajari (5 menit), pembahasan materi pokok dimulai dengan membaca Alkitab sesuai materi pokok (35 menit), tes penguasaan bahan secara lisan (5-10 menit), konsolidasi sebagai usaha pembetulan pemahaman Peserta didik yang kurang pas terhadap materi yang dipelajari.
  3. Strategi pembeajaran ini dapat dilaksanakan secara luwes dan tidak mengikat, tergantung pada kompetensi, materi pokok, suasana Peserta didik, perkembangan keadaan lingkungan/kelas. Adapun tugas-tugas kegiatan intra kulikuler yang dilakukan oleh Peserta didik terdiri dari kegiatan tugas berstruktur (pekerjaan sekolah/pekerjaan rumah), belajar mandiri, pelaksanaan praktek ibadah serta evaluasi tengah dan akhir semester.
b.      Kegiatan Mandiri Peserta didik
Kegiatan mandiri adalah tugas pengalaman dan pengamalan keagamaan yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Kristen kepada setiap Peserta didik pada setiap pembelajaran satu semester. Kegiatan mandiri ini diupayakan agar unjuk kerja/performance dan sikap Peserta didik dalam belajar PAK. Bentuk kegiatan yang harus dilakukan ditentukan batasan minimal sesuai tingkat kompetensi pada setiap kelas meliputi kegiatan keagamaan yang harus dilakukan di lingkungan sekolah, gereja, keluarga dan masyarakat. Bentuk-bentuk kegiatannya antara lain: kegiatan keagamaan di sekolah. Program kegiatan keagamaan di sekolah yang harus dilakukan oleh setiap Peserta didik meliputi:
1.    Penguasaan tata cara beribadah/liturgi: doa, nyanyian, sikap beribadah, peran serta dalam ibadah, makna ibadah dan lain-lain.
2. Penguasaan tata cara penelaahan Alkitab: makna pendalaman Alkitab, buku referensi yang mendukung, cara memimpin penelaahan Alkitab, refleksi iman yang disampaikan sebagai kesaksian dirinya, sharing pengalaman iman, komitmen iman dan lain-lain.
3.  Ibadah pada hari minggu dan hari raya gerejawi: kerajina ke gereja, penghayatan pada acara kebaktian yang dibuktikan dengan tulisan/pendapat mengenai makna hari raya gerejawi, peran serta dalam hari raya gerejawi dan lain-lain.
4.  Bedah buku Kristen: pengayaan dengan membaca buku rohani penunjang khususnya studi kasus, masalah sosial yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
5.    Studi intensif tentang agama Kristen: meneliti, mengkritisi kehidupan kekristenan melalui media massa, lingkungan di sekitarnya.
6.     Program aksi pelayanan bersama: kegiatan bersama yang responsive, pluralisme agama, budaya, ras, suku dan lain-lain.
7.      Kunjungan antar gereja: kegiatan menjalin kebersamaan dan sharing pengalaman iman.
8.      Kegiatan lain yang disesuaikan dengan kondisi sekolah: aksi sosial antar agama.
 
4. Kegiatan Keagamaan Dalam Rumah Tangga
            Program kegiatan keagaman di rumah yang harus dilakukan oleh setiap Peserta didik adalah:
a.       Ibadah bersama dalam keluarga.
b.      Penelaahan Alkitab bersama dalam keluarga.
c.       Menjalin persaudaraan dalam kasih Kristus.
d.      Menggali kegiaan keagamaan lain melalui media massa dan mendiskusikannya dalam keluarga.
e.       Melakukan pelayanan bersama pada sesama dari pada keluarga lain dan gereja lain.

5. Kegiatan Keagamaan Di Gereja
            Bentuk kegiatan keagamaan di gereja yang harus dilakuka oleh Peserta didik:
  1. Mengikuti ibadah bersama.
  2. Mengikuti program gereja.
  3. Retreat.
  4. Kemah kerja.
 6. Kegiatan Keagamaan Di Masyarakat
a.      Aksi sosial dalam rangka ibadah bersama pada hari raya keagamaan.
b.     Peran serta dalam hari raya nasional.